PERAN HIKAYAT ACEH SEBAGAI MEDIA DALAM PELESTARIAN DAN PEMAJUAN BUDAYA LOKAL
DOI:
https://doi.org/10.64617/kreyat.v2i2.95-105Keywords:
Acehnese Tales, Local Culture, Cultural Preservation, Cultural Identity, Character EducationAbstract
This study aims to analyze the role of Hikayat Aceh as a medium for preserving and advancing local Acehnese culture. Hikayat Aceh is a classic literary work that contains historical, religious, social, and customary values of the Acehnese people during the heyday of the Aceh Sultanate. Through a qualitative approach with literature study and content analysis methods, this study found that Hikayat Aceh plays an important role in documenting the cultural identity of the Acehnese people, including language, value systems, leadership, and local traditions. In addition, this saga also has great potential in character education, especially in instilling religious values, leadership, patriotism, and social ethics in the younger generation. However, the preservation of this saga faces various challenges such as low interest in reading classical literature, lack of integration in the education curriculum, and minimal digitization of manuscripts. Therefore, collaborative efforts are needed between the government, academics, and the community to revive the role of Hikayat Aceh as a source of living culture that is able to answer the challenges of the times while strengthening local cultural identity.
Downloads
References
Budi Setyaninggrum, N. D. (2018). Budaya Lokal Di Era Global. EKPRESI SENI: Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Karya Seni, 20(2), 102–112. https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ekspresi DOI: https://doi.org/10.26887/ekse.v20i2.392
Darmawati. (2019). ANALISIS STRUKTUR DALAM HIKAYAT ACEH MANOE IE MATA KARYA TGK. SOFYAN MUS. Serambi Konstruktivis, 1(2). https://ojs.serambimekkah.ac.id/Konstruktivis/article/view/1430 DOI: https://doi.org/10.32672/konstruktivis.v1i2.1430
DPRA. (2024). Naskah Akademik Rancangan Qanun Pemajuan Kebudayaan Aceh. https://dpra.acehprov.go.id/media/2024.10/naskah_akademik_raqan_pemajuan_kebudayaan_aceh1.pdf
https://kbbi.kemdikbud.go.id/. (2025). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar Dan Menengah Republik Indonesia.
https://pendidikanindonesia-fib.ub.ac.id. (2023). Karya Sastra di Era Modern: Ekspresi Kreativitas dan Refleksi Masa. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya. https://pendidikanindonesia-fib.ub.ac.id/?p=2141&lang=id
isbiaceh.ac.id. (2023). ISBI Aceh, Penyelamat Sastra dan Budaya Aceh. Institut Seni Dan Budaya Aceh. https://isbiaceh.ac.id/isbi-aceh-penyelamat-sastra-dan-budaya-aceh/
Noor, R. (2019). Fungsi Sosial-Kultural Sastra: Memajukan Kebudayaan dan Mengembangkan Peradaban. NUSA: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 14(2), 206–216. https://doi.org/10.14710/nusa.14.2.206-216 DOI: https://doi.org/10.14710/nusa.14.2.206-216
Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Bahasa Aceh, Sekretariat Daerah Aceh (2022).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan, Kementerian Sekretariat Negara (2017). www.koalisiseni.or.id/regulasi/
Yudiati, R., Annisa, A., & Gusema Susilowati, A. (2024). Pentingnya Memmperkenalkan Budaya Lokal Sejak Dini Di Era Digital. RAMPA’ NAONG (Jurnal Pengabdian Kepada Masayarakat), 2(1), 2985–3044. DOI: https://doi.org/10.24929/rn.v2i1.3289
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak cipta
Penulis yang diterbitkan dalam jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
1. Hak cipta setiap artikel dipertahankan oleh penulis.
2. Penulis memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons, memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan dan publikasi awal dalam jurnal ini.
3. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal mereka di jurnal ini.
4. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (Misalnya di Repositori Institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.
5. Artikel dan semua materi terkait yang diterbitkan didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0.
Lisensi
![]()
Jurnal Kreasi Rakyat (JKR) dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0
Anda bebas untuk:
Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun
Beradaptasi — remix, transformasi, dan bangun di atas materi untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial
Dengan ketentuan sebagai berikut :
Atribusi — Anda harus memberikan kredit yang sesuai, memberikan tautan ke lisensi, dan menunjukkan apakah perubahan telah dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara apa pun yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
ShareAlike — Jika Anda me-remix, mengubah, atau membangun materi, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan aslinya
Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan persyaratan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan lisensi.