DAERAH PENANGKAPAN MEMANCING REKREASI DI KOTA BANDA ACEH
DOI:
https://doi.org/10.64617/kreyat.v3i3.158-169Keywords:
Banda Aceh,, Fishing Location, Catch Result, BaitAbstract
Indonesia, as the largest archipelagic country in the world, possesses abundant fisheries resources, including along the coastal areas of Banda Aceh City. Recreational fishing has become an integral part of local culture while also contributing significantly to the local economy. This study aims to identify strategic recreational fishing locations, the types of bait used, and the composition of fish caught by anglers in the region. The research was conducted from April to May 2025 using a purposive sampling method, with data collected from six key fishing spots: Alue Naga Beach, Syiah Kuala Beach, Lampulo Beach, Kampung Jawa Beach, Ulee Lheue Beach, and Krueng Neng River. Data collection methods included direct observation, interviews with recreational fishers, and field documentation. The results show that the most commonly used bait was fresh shrimp due to its availability and high effectiveness in attracting various fish species. Dominant fish species caught included Baby GT (Caranx ignobilis), Snapper (Lutjanus spp.), Grouper (Epinephelus spp.), Tompel (Selaroides leptolepis), and Kerong (Leiognathus spp.). Beyond its recreational value, fishing activities have also created economic opportunities for local communities through the sale of bait, fishing gear, and food products. This study recommends the development of eco-based recreational fishing tourism to support environmental conservation while enhancing local economic welfare.
Downloads
References
Ariani, E., Rahmawati, A., Budi Satriya, I. N., & Hamid, H. (2023). Pengaruh Perbedaan Ukuran Mata Pancing Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Dasar (Demersal Fish) Dengan Alat Tangkap Rawai Dasar (Bottom Long Line). Al- Aqlu: Jurnal Matematika, Teknik Dan Sains, 1(1), 31–37. https://doi.org/10.59896/aqlu.v1i1.8
Afita, D. A., Sayidul, R., & Hasibuan, N. I. (2023). Sportfishing Merupakan Salah -Satu Cabang Olahraga Rekreasi Sportfishing Is A Branch Of Recreation Sports. Jurnal JOSITA, 2(2), 68–73.
Agustin, M. E. n.d. (2022). Perbedaan Hasil Tangkapan Ikan pada Alat Tangkap Pancing Tajur Menggunakan Umpan yang Berbeda di Anak Sungai Batang Hari Wilayah Balai Benih Ikan Simpang Rimbo [Skripsi]. Jambi (ID): Fakultas Peternakan Universitas Jambi 39 Halaman.
Alkalah, C. (2022). Desain Umpan Pancing Tiruan Dengan Sistem Sambungan Antara Kepala Dan Badan Bagi Pemancing Di Laut. Universitas kristen duta wacana, 19(5), 1–23.
Amalia, M. (2020). Identifikasi Alat Penangkapan Ikan Di Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
http://repository.unhas.ac.id/ eprint/3186/2/L23116006_skripsi 1-2.pdf
Budisetyorini, B., Adisudharma, D., Arsyul, D., Wulandari, W., & Fitriani Adiwarna Prawira, M. (2022). Rancangan Produk Rekreasi Wisata Memancing Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo. Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas Dan Perjalanan, 6(1), 119–128. https://doi.org/10.34013/jk.v6i1.651
Dewi, A. C., Maulana, A. A., Nururrahmah, A., Ahmad, A., Naufal, A. M. F., & Muhammad Fadhil, S. (2023). Peran Kemajuan Teknologi dalam Dunia Pendidikan. Journal on Education. Vol 6 (1) : 9725-9734.
Demartini, E E. (2019). Hazards of managing disparate species as a pooled complex: A general problem illustrated by two contrasting examples from Hawaii. JOURNAL FISH AND FISHERIES, 20(6).1051-1261 https://doi.org/10.1111/faf.12404
Fitriyana, M. F., Zulkarnain, Z., Yusfiandayani, R., & Apriliani, I. M. (2018). Penggunaan Cacing Tanah (Lumbricus Rubellus) Sebagai Umpan Alternatif pada Pancing Ulur yang Dioperasikan Malam Hari di Teluk Palabuhanratu. Jurnal Akuatika Indonesia, 3(2), 119-126.
La Apu, R. G. (2021). Analisis Pendapatan Nelayan Dan Kelayakan Usaha Bagan Perahu Di Desa Indomut Kecamatan Bacan. Jurnal Sains Dan Teknologi Perikanan, 1(2), 1–12. https://doi.org/10.55678/jikan.v1i2.519
Ondara, K., Dhiauddin, R., & Wisha, U. J. (2020). Kelayakan Kualitas Perairan Laut Banda Aceh Untuk Biota Laut. Jurnal Kelautan Nasional, 15(2). https://doi.org/10.15578/jkn.v15i2.8743
Rubiono, G., & Soebiyakto, G. (2021). Joran Sebagai Potensi Kajian Memancing Rekreasi: Sebuah Review. SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga, 2(3), 221–229. https://doi.org/10.46838/spr.v2i3.129
Ramadhani, A., Muchlisin, Z. A., Sarong, M. A., & Batubara, A. S. (2017). Hubungan Panjang Berat Dan Faktor Kondisi Ikan Kerapu Famili Serranidae Yang Tertangkap Di Perairan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Depik, 6(2), 112–121. https://doi.org/10.13170/depik.6.2.7017
Van Der Grient, J. M.A., & Drazen, J.C. (2021). Potential spatial intersection between high-seas fisheries and deep-sea mining in international waters. JOURNAL MARIEN POLICY, 129 (104564), 1-9. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2021.104564
Widiantoro, N., Sudianto, A., & M, P. I. S. (2024). Pengaruh Perbedaan Warna Umpan Buatan untuk Meningkatkan Hasil Tangkapan Pole and Line. 4(1), 23–29.
Yolanda, E., Depison, D., Lisna, L., Nurhayati, N., Darmawi, D., & Ramadan, F. (2022). Pengaruh Perbedaan Umpan Pada Pancing Rawai Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Senangin (Eleutheronema Tetradactylum), Mendahara Ilir. Jurnal Teknologi Perikanan Dan Kelautan, 13(1), 37–45. https://doi.org/10.24319/jtpk.13.37-45
Yeni, E., & Naufal, A. (2017, November). Identifikasi aktivitas pengembangan fasilitas pelabuhan perikanan pantai lampulo banda aceh. In Prosiding SEMDI-UNAYA (Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu UNAYA). Vol 1 (1): 355-363.
Zuhrayani, R., Syahputra, F., & Handayani, L. (2023). Makrozobentos Sebagai Bioindikator Kualitas Air pada Kawasan Budidaya Tambak Daerah Pantai Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Jurnal Tilapia. Vol 4(1): 51-61.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) {"en_US":2025} Nafis Huwaidi, Faisal Syahputra, Agus Naufal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak cipta
Penulis yang diterbitkan dalam jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
1. Hak cipta setiap artikel dipertahankan oleh penulis.
2. Penulis memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons, memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan dan publikasi awal dalam jurnal ini.
3. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal mereka di jurnal ini.
4. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (Misalnya di Repositori Institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.
5. Artikel dan semua materi terkait yang diterbitkan didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0.
Lisensi
![]()
Jurnal Kreasi Rakyat (JKR) dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0
Anda bebas untuk:
Bagikan — salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun
Beradaptasi — remix, transformasi, dan bangun di atas materi untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial
Dengan ketentuan sebagai berikut :
Atribusi — Anda harus memberikan kredit yang sesuai, memberikan tautan ke lisensi, dan menunjukkan apakah perubahan telah dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara apa pun yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
ShareAlike — Jika Anda me-remix, mengubah, atau membangun materi, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama dengan aslinya
Tidak ada batasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan persyaratan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan lisensi.





